Selasa, 10 September 2019

19 Keutamaan Menikah Muda, Lengkap Dengan Manfaatnya

Menikah adalah proses kompleks yang sangat melibatkan fisik, pikiran, mental, perasaan dan keberanian dalam menempuh kehidupan yang berbeda.
Saat itu seseorang mulai memvariasikan hidupnya dengan mencoba menjadi bagian dari hidup orang lain, dan menjalin hubungan yang berasaskan saling melengkapi untuk mencapai satu kebahagiaan yang ditempuh bersama-sama.
Di sebagian kebudayaan, menikah dan kawin di usia muda adalah hal yang tabu dan asing, apalagi di zaman modern ini. Di negara lain, justru sebaliknya. Remaja zaman now kalau belum punya pacar dan belum pernah berhubungan intim, GAK KEREN namanya.
Golongan pertama, lebih mementingkan karir yang belum tentu membahagiakannya dan membuat hidupnya lebih tenang. Kelompok kedua, terlalu bodoh melihat hubungan seksual sebatas bukti cinta dan kekinian.
Mereka berusaha mencari sebanyak-banyaknya kenikmatan dunia namun tanpa seseorang yang bisa diajak berbagi suka dan duka di sisinya.
Sebagian yang lain, mencoba untuk menyempurnakan kekayaannya dan berharap dengan banyaknya kekayaan ia akan lebih mudah menjalani rumah tangga.
Tentu, tidak ada salahnya menjalani karir, bekerja dan berusaha mendapatkan harta, namun mau sekaya apakah kita baru akan merasa siap untuk menikah?

Kamis, 22 Agustus 2019

10 Cara memperbaiki akhlak yang mulia sesuai tuntunan islam






10 CARA MEMPERBAIKI AKHLAK

Akhlak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:7) diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dalam bahasa Arab, akhlak juga bisa berarti perangai, kebiasaan, tabiat atau bahkan agama. Sementara dalam kamus Alkautsat, akhlak diartikan sebagai ilmu tata krama.

Jika dirumuskan, akhlak memiliki pengertian yaitu ilmu yang membahas mengenai perbuatan yang dilakukan oleh manusia, baik terhadap sesama manusia serta pada Tuhannya. Selain itu, akhlak juga dapat diartikan sebagai perbuatan baik yang harus dikerjakan dan menghindari perbuatan buruk.

Pentingnya akhlak dalam islam
Meski berasal dari bahasa Arab namun akhlak tidak banyak ditemukan dalam Alqur’an melainkan banyak dijumpai dalam hadits. Menurut Al-Ghazali hakikat akhlak mencakup 2 syarat yakni perbuatan itu harus konstan yaitu dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama, sehingga dapat menjadi kebiasaan.

Kedua, perbuatan itu harus tumbuh dengan mudah tanpa pertimbangan dan pemikiran, yakni bukan karena adanya tekanan, paksaan dari orang lain atau bahkan pengaruh-pengaruh dan bujukan yang indah dan sebagainya.

Akhlak yang terpuji merupakan tindakan atau perbuatan yang bagus. Sementara akhlak yang jelek merupakan segala jenis tindakan yang jelek dan merugikan. Bukan hanya bagi diri sendiri melainkan juga bagi orang lain. Akhlak terpuji merupakan akhlak Islami yang tidak hanya membawa kebaikan namun juga memberi keuntungan bagi orang lain. Lantas bagaimanakah cara meningkatkan akhlak supaya lebih baik dan berguna untuk sesama?

Ceramah: Muslim yang Terbaik adalah yang Terbaik Akhlaknya (Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)

Ceramah: Muslim yang Terbaik adalah yang Terbaik Akhlaknya (Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)